A. Judul
PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL PRODUK “DJI SAM SOE FILTER” DI YOGYAKARTA
Untuk memberikan batasan masalah pada judul yang di angkat, maka berikut ini definisi dari masing-masing kata yang terdapat pada judul.
PERANCANGAN : Proses, cara, pembuatan, merancang (Kamus
Besar bahasa Indonesia, 2002:927)
KOMUNIKASI : Pengiriman atau penerimaan pesan atau berita
antara dua orang atau lebih dengan cara yang tepat
sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami;
hubungan; kontak (Kamus Besar Bahasa
Indonesia, 2002:585)
VISUAL : dapat dilihat oleh indera penglihatan (mata);
Berdasarkan penglihatan (Kamus Besar Bahasa
Indonesia,2002:1262)
PRODUK : Hasil (Kamus Besar Bahasa Indonesia,2002)
DJI SAM SOE : Aksara Tionghoa yang disebut Hanzi yang
mempunyai arti 234 (
www.sampoerna.com)
FILTER : Alat penyaring; saringan (Kamus Induk Istilah
Seri Intelektual, 2003)
YOGYAKARTA : daerah; wilayah.
Berdasarkan definisi diatas, arti dari judul tersebut adalah proses merancang produk Dji Sam Soe Filter (nama variasi produk terbaru dari Dji Sam Soe) berupa pengiriman berita atau informasi melalui bentuk atau hal-hal yang dapat dilihat oleh mata (indra penglihatan) dengan cara yang tepat, sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami oleh masyarakat Yogyakarta khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya. Yogyakarta merupakan daerah atau wilayah di kepulauan Indonesia yang diapit oleh dua propinsi yaitu propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Yogyakarta adalah salah satu daerah istimewa dari dua daerah istimewa yang terdapat di Indonesia, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta setelah Daerah Istimewa Aceh.
Sedangkan pengertian dari Dji Sam Soe Filter adalah variasi produk dari Dji Sam Soe dalam kemasan SKM FF (Sigaret Kretek Mesin Full Flavour) diracik sesuai resep orisinil Fatsal 5 yang menawarkan cita rasa, aroma, dan racikan yang sama dengan produk utama dari Sampoerna, yakni Dji Sam Soe. Pada intinya, memberikan kesempatan kepada konsumen yang lebih memilih pengalaman kontemporer dari rokok full flavour buatan mesin.
B. Latar Belakang Masalah
Perkembangan industri rokok di Indonesia dari tahun ke tahun semakin sibuk mengatur strategi untuk memenangkan persaingan menjadi yang terdepan, hal ini mengingat Indonesia merupakan konsumen rokok terbesar kelima di dunia mulai tahun 2004 setelah China, Rusia, Amerika Serikat dan Jepang.
Berdirinya berbagai industri rokok yang menyebar di seluruh negeri ini baik yang sifatnya Internasional, Nasional sampai kelas industri lokal membuktikan bahwa rokok merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120
mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun
tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.
(
http://id.wikipedia.org/wiki/Rokok).
Bagi masyarakat umumnya, merokok itu keren dan modern. Merokok juga dapat membangkitkan rasa percaya diri, menghilangkan stress. Ada juga yang mengatakan dengan merokok maka akan tercapai kepuasan dan kenikmatan. Bagi industri rokok, hal seperti ini merupakan sasaran empuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
Berbagai strategi pasar diatur sedemikian mungkin oleh industri papan atas dalam negeri yang bertahun-tahun konsisten masuk dalam tiga besar, seperti PT.Gudang Garam yang merajai industri rokok Nasional di tahun 2006 di urutan kedua PT. HM Sampoerna dan urutan ketiga PT. Djarum. Persaingan semakin ketat dengan adanya industri rokok nasional lain, seperti Bentoel, Wismilak, industri rokok lokal serta masih banyak lagi. Apalagi masuknya industri rokok asing, seperti Phillip Morris dari Amerika Serikat. Phillip Morris merupakan industri rokok yang membeli sekitar 40% saham dari Sampoerna di bulan maret 2005, dan sekarang telah menaikkan sahamnya di perusahaan tersebut sekitar 97%.
Strategi pasar dari masing-masing industri dapat dilihat dari munculnya ide-ide kreatif. Berawal dari rokok yang dibuat manual dengan lintingan tangan, lebih dikenal dengan Sigaret Kretek Tangan (SKT) hingga rokok yang diproses melalui mesin atau Sigaret Kretek Mesin (SKM).
Industri rokok dari dalam negeri, Gudang Garam misalnya dengan andalan produknya yaitu Gudang Garam Kretek Spesial 12 atau Gudang Garam jaya Hijau 12, Gudang Garam Surya, Gudang Garam Nusantara, Gudang Garam Merah dan lainnya.
Djarum yang mengeluarkan produk Djarum Super 12, Djarum Super 16, Djarum Black, Djarum 76 dan produk-produk yang lain.
Bentoel dengan Star Mild 12, Bentoel Klasik, Bentoel Sejati dan Star Mild 16.
Wismilak dengan Diplomat 12 Filter, Wismilak 16 Filter, New Diplomat 1’15 Filter dan produk lainnya.
Sampoerna punya sang legendaris 234 atau Dji Sam Soe dengan berbagai variasi produknya, A Mild, Sampoerna Hijau dan lainnya. Semua produk-produk tersebut saling bersaing merebut pasar dan berlomba bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.
Sementara produk dari Industri rokok asing seperti Lucky Strike Filter, Lucky Strike Light Filter, Marlboro, Ardath, Marcopolo, Country, United American Blend, dan produk lainnya dari masing-masing industri rokok asing tersebut.
Yogyakarta juga terdapat industri rokok lokal, yaitu PT. Tarumartani yang terkenal dengan produk rokok tembakau lintingan merek Drum dan PT. Yogyakarta Tembakau Indonesia (YTI) yang berdiri sejak awal tahun 2003 oleh tiga putri Kraton Yogyakarta yaitu Gusti kanjeng Ratu Pembayun, Gusti Raden Ayu Nurmagupita dan Gusti Raden Ajeng Nurkamnari Dewi dengan produk perdana yang diberi nama Kraton Dalem. Kraton Dalem merupakan Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang diperuntukkan bagi pribadi yang mewarisi nilai-nilai kraton dan tradisi Jawa.
Sedikit mengenai sejarah Sampoerna. Sampoerna didirikan pada tahun 1913 di Surabaya oleh Liem Seeng Tee dan istrinya Siem Tjiang Nio, imigran Tionghoa dari Fujian, Tiongkok dengan nama Handel Maastchpaij Liem Seeng Tee yang kemudian berubah menjadi NV Handel Maastchpaij Sampoerna. Setelah Perang Dunia kedua, nama perusahaan tersebut di-Indonesia-kan menjadi PT Hanjaya Mandala Sampoerna dengan tetap memakai inisial HM .
Tidak banyak perusahaan yang mampu berusia panjang di republik ini. Apalagi perusahaan tersebut merupakan perusahaan keluarga yang pengelolaannya sampai pada generasi ke empat. Sehingga ketika Sampoerna bisa melewati usia lebih dari 90 tahun dan sempat dikelola sampai generasi ke empat, itu termasuk luar biasa . Kebesaran bendera PT HM Sampoerna yang selalu berkibar dan sayapnya semakin melebar dengan menciptakan ide-ide kreatif dari masing-masing generasi, seperti lahirnya merek Dji Sam Soe oleh Liem Seeng Tee, Sampoerna Hijau oleh Aga Sampoerna, A Mild oleh Putra Sampoerna. Nama besar ketiga produk tersebut sampai saat ini telah merajai industri rokok. Apalagi keunggulan Dji Sam Soe dengan berbagai variasi produknya yang terbukti sukses di pasaran, seperti Dji Sam Soe 12 batang, Dji Sam Soe 16 batang, Dji Sam Soe Filter dan Dji Sam Soe Super Premium.
Bagi perkembangan industri rokok, pasar rokok kretek filter lebih jenuh dibanding kretek klasik atau lebih akrab dengan sebutan kretek tangan.
Pasar yang berpihak ke Sigaret Kretek Tangan untuk jenis kretek ini kiranya sangat dipahami oleh Sampoerna. Ini antara lain ditandai keseriusan HM Sampoerna didalam menjaga Dji Sam Soe, produk andalannya.
Bagi industri rokok, HM Sampoerna telah berhasil mengambil pasar dengan produk-produk SKTnya. Namun, keinginan Sampoerna untuk menjadi raja tembakau sepertinya akan sangat mudah. Sebab selain unggul di Sigaret Kretek Tangan, stretegi yang dikeluarkan HM Sampoerna dalam merambah Sigaret Kretek Mesin juga sangat bagus. Terbukti munculnya A Mild sebagai rokok yang terkenal rendah nikotin dan Dji Sam Soe Kretek Filter, juga variasi produk baru Dji Sam Soe yaitu Dji Sam Soe Super Premium atau lebih dikenal dengan Kretek Refill terbukti sukses menjadi rokok andalan dan digemari masyarakat. Dibanding SKT, HM Sampoerna lebih sedikit memproduksi SKM, mengingat masyarakat kebanyakan lebih menyukai SKT dibanding SKM. Hal ini tidak hanya di rasakan oleh HM Sampoerna, tetapi industri rokok Nasional lainnya juga merasakan hal yang sama.
Menurut riset pasar yang di lakukan dari HM Sampoerna Sigaret Kretek Tangan lebih digemari masyarakat dibandingkan Sigaret Kretek Mesin karena konsumen mengedepankan kesan originalitas. SKT diracik oleh tangan-tangan berpengalaman secara manual, sehingga cita rasa, aroma dan racikan tangan langsung menumbuhkan kepuasan dan kualitas dari produk Sigaret Kretek Tangan.
Bagi industri rokok yang selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada konsumen, HM Sampoerna membuat terobosan baru supaya pasar SKM lebih mendominasi dibandingkan SKT dengan tidak mengesampingkan pasar SKT yang sudah mengikat sasaran. Permintaan konsumen yang menginginkan produk rokok berkualitas dan originalitas dikombinasikan dengan Sigaret Kretek Mesin menghasilkan produk baru dari HM Sampoerna yaitu “Sampoerna Exclusive”.
Sampoerna Exclusive merupakan produk dari HM Sampoerna yang tergolong SKM dengan cita rasa tinggi dan alami serta mengedepankan perpaduan ramuan tembakau dan cengkeh. Karena originalitas yang terkandung, maka Sampoerna Exclusive merupakan rokok filter SKM FF ( Sigaret Kretek Mesin Full Flavour ), rokok buatan mesin yang diracik dengan bahan-bahan alami sehingga menghasilkan aroma dan cita rasa yang sama dengan Sigaret Kretek Tangan. Kelebihan Sampoerna Exclusive menonjolkan kesan maskulin dengan rasa alami.
Keseriusan HM Sampoerna dengan produk SKM FF ini terlihat dari kapasitas produksinya yang mencapai 10 juta batang perminggu. Jenis rokok filter Full Flavour ini akan bersaing dengan rokok sejenis dari produsen lain, yaitu Djarum Super dan Gudang Garam Internasional.
Peluncuran produk baru Sampoerna Exclusive yang diklaim mempunyai cita rasa baru dan alami dengan mengedepankan perpaduan ramuan tembakau dan cengkeh tidak membidik penciptaan perokok baru, melainkan lebih memfokuskan diri pada upaya untuk merebut pangsa pasar yang sudah ada, di kalangan masyarakat yang sudah terlanjur gemar merokok. Sistem pemasaran skala Nasional yang dilakukan oleh HM Sampoerna dari produk Sampoerna Exclusive salah satunya yaitu dengan pendekatan langsung (direct marketing) kepada pengecer untuk meningkatkan promosi produk dengan tujuan segera memperoleh tempat di antara para konsumen.
Pemasaran langsung (direct marketing) bisa menjadi alat ukur kinerja pemasaran produk atau jasa anda dan berhubungan secara langsung dengan profitabilitas. Pada kenyataannya, program pemasaran langsung adalah benar benar tentang kinerja yang dapat di nilai. Bila anda menerapkan program pemasaran langsung, anda bisa mengaitkan kinerja anda dengan laba anda. (Lyne De Weaver 2001:01).
Namun walaupun sukses di pasaran, Sampoerna Exclusive belum bisa mendominasi pasar di kelas Sigaret Kretek Mesin Full Flavour. Justru Industri rokok lain yaitu PT. Gudang Garam dan PT. Djarum yang mendominasi. Dari HM Sampoerna, produk Dji Sam Soe lebih unggul dibandingkan dengan produk Sampoerna Exclusive.
Perkembangan teknologi mesin yang semakin menjamur di kalangan Industri rokok, mengubah prosentase pasar. Di awal tahun 2006 pasar SKM FF besarnya 37, 6%. Menyusul di bawah SKM FF adalah Sigaret Kretek Tangan (SKT) 37,5 persen, SKM Low Tar Low Nicotine (LTLN) 17,2 persen, dan White atau rokok putih 7,7 persen.
Sigaret Kretek Mesin Full Flavour sebenarnya sudah ada semenjak perkembangan industri rokok menggunakan teknologi mesin dalam meracik produknya. Terbukti seperti PT Gudang Garam dengan produk Gudang Garam International dan PT Djarum dengan produknya Djarum Super. Full Flavour itu sendiri tidak hanya terdapat pada Sigaret Kretek Mesin, namun juga pada Sigaret Kretek Tangan. Dalam hal SKT, HM Sampoerna lebih mendominasi dengan produk unggulannya Dji Sam Soe Kretek.
Namun selama ini Sampoerna masih kurang terwakilkan dalam segmen full flavour buatan mesin, yang merupakan segmen industri rokok terbesar dengan mencakup lebih dari 37% total volume industri. setelah produk versi SKM FF sebelumnya yaitu Sampoerna Exclusive sukses di pasaran walaupun belum bisa mendominasi pasar SKM FF. Saat ini PT. Gudang Garam masih merajai kelas SKM secara keseluruhan dengan prosentase 42,5% pangsa pasar, disusul PT. HM Sampoerna dengan 18,9% dan PT. Djarum 17,4%.
Menyikapi hal tersebut, pada tanggal 18 September 2006 HM Sampoerna mengeluarkan kembali variasi produk Dji Sam Soe versi SKM FF (Sigaret Kretek Mesin Full Flavour) yaitu Dji Sam Soe Filter atau Dji Sam Soe 234 Filter, rokok SKM (Sigaret Kretek mesin Full Flavour) dengan Filter, ditujukan bagi perokok Dji Sam Soe Kretek maupun perokok kretek lain yang sebagian besar perokok dewasa berusia muda sangat menginginkan produk warisan asli Indonesia dalam bentuk varian filter. Juga bagi konsumen yang memiliki jiwa kepemimpinan, mapan, dan modern, mengerti kualitas dan originalitas sesuai konsep Dji Sam Soe Filter yaitu ”Kesempurnaan dari Keahlian”, kalimat tersebut sekaligus sebagai slogan dari produk Dji Sam Soe Filter. Dikatakan sebagai Full Flavour karena varian baru ini ingin menawarkan cita rasa, aroma, dan racikan yang sama dengan produk utama dari Sampoerna, yaitu Dji Sam Soe. Target market yang dikemas untuk kalangan perokok dewasa berusia muda yang sangat menginginkan produk warisan asli Indonesia dalam bentuk varian filter. Dji Sam Soe Filter merupakan produk baru sekaligus perdana yang dikembangkan oleh Sampoerna setelah diakuisisi oleh PT Philip Morris Indonesia pada bulan Mei 2005, transaksi tersebut bernilai kurang lebih USD$ 5 Milyar, tetap menjadi akuisisi terbesar dalam sejarah perbisnisan Indonesia.
Untuk strategi perancangan komunikasi visual produk varian terbaru dari Dji Sam Soe yaitu Dji Sam Soe Filter yang memfokuskan area lokal yaitu di Daerah Istimewa Yogyakarta, sistem pemasaran yang dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta tidak jauh berbeda dengan produk SKM FF sebelumnya. Namun strategi perancangan produk Dji Sam Soe Filter lebih memfokuskan ke dalam iklan outdoor.
Setelah kedatangan teknologi digital, billboard yang dicat dengan tangan diganti dengan teknologi computer. Selanjutnya, periklanan outdoorpun berkembang. Selain billboard, bentuknya dapat berupa poster, periklanan transit, mobile panel, premiere panel, display di tempat perbelanjaan, periklanan kios, tulisan di udara, balon balon raksasa, T-Shirt yang di penuhi logo logo dan sebagainya. Satu hal yang sama dari iklan iklan tersebut, yaitu dapat di lihat oleh konsumen di luar rumah mereka. Itulah sebabnya di sebut iklan luar rumah (Outdoor/Out of Home Advertising). Menurut Outdoor Advertising Association of America (OAAA), iklan outdoor di kelompokkan menjadi empat kategori, yaitu billboard, street furniture, transit dan alternative media. (M. Suyanto 2006:02).
C. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat diambil rumusan masalah bagaimana merancang komunikasi visual yang kreatif, komunikatif, efektif dan efisien dalam rangka memperkenalkan produk Dji Sam Soe Filter kepada masyarakat Yogyakarta.
Rancangan disebut kreatif apabila terdapat ide-ide birlliant, tidak plagiat (mencontoh), mempunyai daya tarik serta mampu mempengaruhi emosional pasar. Rancangan yang komunikatif dapat dipahami oleh pasar, pesan yang di sampaikan mudah dipahami dan diketahui. Efektifitas dalam sebuah rancangan harus diperhatikan terutama efektif konsep desain dan efektif dalam pemilihan media yang tepat. Sebuah rancangan yang efektif akan menghasilkan rancangan yang efisien. Efisien dalam waktu, biaya, keuangan dan kemampuan lain yang dimiliki.
D. TUJUAN PERANCANGAN
Tujuan periklanan dapat pula di golongkan menurut sasarannya, yakni untuk membeli informasi, persuasi atau mengingatkan para pembeli, menambah nilai dan membantu aktivitas lain yang dilakukan perusahaan. (M. Suyanto 2006:69)
Nama besar PT HM Sampoerna tidak cukup membantu memperkenalkan Dji Sam Soe Filter kepada masyarakat Yogyakarta, tanpa melalui promosi periklanan. Sebab bagaimanapun juga, keberhasilan dari suatu perekonomian secara nasional banyak di tentukan oleh kegiatan-kegiatan periklanan. Periklanan menunjang usaha penjualan yang menentukan kelangsungan produksi-produksi pabrik, terciptanya lapangan kerja, serta adanya hasil yang menguntungkan dari seluruh uang yang telah diinvestasikan.
Mengingat sasaran berada di wilayah Yogyakarta, maka strategi promosi melalui perancangan komunikasi visual yang digunakan harus jeli dan pandai memadukan antara sasaran, daerah yang di huni oleh sasaran (Yogyakarta) dengan produk yang akan di pakai (Dji Sam Soe Filter).
Kesuksesan Dji Sam Soe Filter atau Dji Sam Soe 234 Filter salah satunya tergantung pada konsep perancangan yang kreatif, dalam hal ini tujuan dari perancangan produk ini adalah :
1. Membuat konsep kreatif untuk memperkenalkan Sigaret Kretek Mesin Full Flavour produk Dji Sam Soe Filter pada masyarakat Yogyakarta.
2. Memilih dan menentukan media yang tepat sasaran untuk menunjang produk Dji Sam Soe Filter berkompetisi mendominasi pasar Sigaret Kretek Mesin Full Flavour sehingga menjadi market leader.
Media yang akan digunakan untuk melakukan strategi promosi produk Dji Sam Soe Filter ini harus bisa tepat sasaran, memberikan informasi,menarik simpatik dan membujuk masyarakat Yogyakarta agar terpikat dan jatuh cinta dengan produk yang dipromosikan.
Tentu ada beberapa alasan memilih wilayah Yogyakarta sebagai target area dalam promosi produk Dji Sam Soe Filter ini. Dari segi geografis, Yogyakarta merupakan wilayah yang diapit oleh dua Propinsi besar, yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal ini membuat Yogyakarta sebagai salah satu jalur transportasi yang menghubungkan kedua wilayah besar tersebut. Sedangkan Jawa merupakan pasar terbesar untuk produsen rokok. Sekitar 69,2% produksi rokok Nasional diserap konsumen di Jawa, diikuti Sumatera 16,1%, Sulawesi dan Indonesia bagian timur 13,55% dan Kalimantan sebagai daerah yang paling kecil menyerap produksi rokok Nasional dengan 1,2%.
Di Yogya, pada 2001 pasar rokok SKT mampu menguasai 24,9 persen pangsa rokok. Pada 2002 persentasenya bertambah lagi menjadi 26,3 persen. Solo menguasai 32 persen dan Magelang 30 persen. Sedangkan HM Sampoerna menguasai dan merajai kelas SKT.
Dari sisi popularitas, PT HM Sampoerna sudah dikenal oleh masyarakat Yogyakarta. Nama besar HM Sampoerna lebih berkibar di banding industri rokok lainnya, salah satunya PT Yogyakarta Tembakau Indonesia yang bergabung dengan PT HM Sampoerna, Tbk sebagai konsultan teknis serta PT Perusahaan Dagang dan Industri Panamas sebagai distributor dengan produk perdananya rokok Kraton Dalem. Di Yogyakarta, HM Sampoerna berkibar bukan hanya karena produknya yang selalu unggul, melainkan kepedulian industri rokok terbesar ketiga Nasional ini terhadap kesejahteraan masyarakat Yogyakarta. Terbukti HM Sampoerna bekerja sama dengan PT Patria Adikarsa yang bergerak dibidang MPS (Mitra Produksi Sigaret) untuk membantu proses produksi produk produk dari HM Sampoerna mampu mempekerjakan 1.505 pekerja yang berlokasi di Kulon Progo sejak tahun 2003.
Secara umum Yogyakarta merupakan daerah Istimewa. Banyak keistimewaan yang terkandung dalam wilayah ini. Salah satunya Yogyakarta sebagai kota seni dan budaya sekaligus kota pariwisata. Keunggulan ini menjadikan brand Yogyakarta popular di kancah Nasional bahkan Internasional sekaligus sebagai ajang berkumpulnya kaum dari berbagai kalangan dan berbagai tujuan. Yogyakarta merupakan kota Pelajar. Banyak sarana pendidikan Akademisi dengan rata rata usia pelajar sudah pantas menkonsumsi merokok (18 tahun ke atas). Sudah tentu kalau Yogyakarta sangat peka terhadap perkembangan teknologi, sehingga kemajuan teknologi yang diraih menjadikan informasi dan komunikasi yang disampaikan melalui wilayah ini menjadi mudah dan canggih. Banyak masyarakat yang sengaja melakukan urbanisasi ke Yogyakarta guna beragam tujuan. Antara lain untuk menimba ilmu, bekerja, berbisnis ataupun sekedar menetap.
Itu tadi BAB I tentang PENDAHULUAN, nah...untuk BAB II sampai V masih aku pikir-pikir mau tak posting apa enggak yah???, he2.